Pengumuman
Home » arsip » HUT INKINDO KE-35

HUT INKINDO KE-35

Pencanangan Bandung Kota Cendekiawan dan Peresmian Monumen Cendekiawan

Dalam rangkaian Peringatan HUT INKINDO ke-35 & HUT INKINDO Jawa Barat Ke-32 Tahun 2014 “SAPTA LUSTRUM” INKINDO Profesional, dan dalam rangka mendukung program Bandung Juara, serta penghargaan Kota Bandung oleh DPN INKINDO sebagai Kota Cendekiawan kepada Kota Bandung.

02

Kegiatan Deklarasi Bandung Kota Cendekiawan & Penempatan Monumen Cendekiawan dilaksanakan di pesimpangan jalan Cihampelas & jalan Wastukencana Kota Bandung pada tanggal 21 Juni2014. Peresmian dilakukan oleh Walikota Bandung Bapak Ridwan Kamil dan Ketua DPN INKINDO Bapak Bahder Johan yang dihadiri juga oleh Ketua DPRD Kota Bandung Bapak Erwan Ernawan dan Ketua kadin Kota Bandung yang diwakili oleh  Bapak Ismet, dengan disaksikan oleh DPP INKINDO se-Indonesia, Instansi-instansi Pemerintah, Asosiasi Profesi, Perguruan Tinggi, dll.

Dalam peresmian tersebut dilaksanakan pembacaan :

Deklarasi “Bandung Kota Cedekiawan”

“Terima Kasih Bandung” atas peran dan keberadaan nya dalam melahirkan para “Cendekiawan Indonesia” yang merupakan tulang punggung sektor Jasa Konsultansi Nasional, sehingga tanggung jawab pembangunan yang diemban dalam upaya membangun kesejahteraan kehidupan bangsa dan negara hingga kini dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Monumen Cendekiawan” merupakan personifikasi ungkapan rasa terima kasih dari masyarakat Jasa Konsultansi Nasional .

08

Secara filosofi gambaran wujud monumen adalah sebagai berikut :

  • Wujud utama Monumen adalah “Figur Manusia” karena dalam hal ini “Manusia” merupakan subyek utama dalam pengertian “manusia Berkualitas”.
  • Gerak Monumen : Figur manusia berdiri tegak dalam sikap mata terpejam seakan sedang mendayakan pikirannya dan melalui kekuatan daya pikir serta kearifannya sebagai manusia berkualitas, telapak tangan kirinya mengeluarkan api yang berwujud “Pelita” sebagai simbol dari penerang yang dapat memberi cahaya pada kegelapan sedangkan telapak tangan kanannya meneteskan air sebagai simbol memberi kehidupan.
  • Figur tersebut digambarkan metamorfosa dari tanaman/tumbuhan yang merambat dari bawah ke atas sebagai simbolisasi dari wawasan lingkungan yang merupakan dasar pijakan.
  • Monumen berdiri diatas bentukan konstruksi struktur yang paling kokoh & stabil “Piramida” yang sekaligus gambaran tiga dimensional dari lambang Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) yang menembus ke atas dari dasar bumi secara konstan berkesinambungan, terus tumbuh keatas sejalan dengan kehidupan, semakin lama semakin besar dan kuat dalam tatanan struktur kelembagaan yang kokoh, stabil dan paripurna.

Secara utuh wujud Monumen tersebut mengungkap  kan :

 “MELALUI KEKUATAN DAYA PIKIR DAN KEARIFAN MANUSIA YANG DILATARI KESADARAN AKAN KESELARASAN LINGKUNGAN“ CENDEKIAWAN INDONESIA ”MEMBANGUN KEHIDUPAN SEJAHTERA YANG BERMARTABAT”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*